large_275272785_1265404_169564046567309_1531656215_o

Semarang – 2.506 mahasiswa baru (Maba) mengikuti pembukaan orientasi pengenalan akademik dan kemahasiswaan (OPAK) 2013 pada Senin, (26/8) di Auditorium II Kampus III IAIN Walisongo Semarang.

OPAK tahun ini mengusung tema “Reinvensi Nalar Intelektual Pembebas Merawat dan Meruat Gerakan Mahasiswa Yang Berwawasan Kritis-Revolusioner” di handel sekitar 200 panitia dari DEMA dan SEMA IAIN Walisongo.

Kegiatan dibuka oleh Dr Musahadi Wakil Rektor I IAIN Walisongo Semarang.  Serta didampingi oleh Dr Ruswan Wakil Rektor  II, Dr Darori Amin, Wakil Rektor III, serta para Dekan Fakultas dan Wakil Dekan Fakultas yang ada di IAIN serta Pegawai Kemahasiswa IAIN Walisongo Semarang.

Musahadi menghimbau kepada Maba, agar mereka menjadi generasi yang lebih baik lagi. Generasi yang dapat membekali diri, guna mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.

“Generasi muda sekarang harus bisa menjadi Agen of change. Generasi yang menjadi sumber solusi dan perubahan bukan justru menjadi sumber masalah. Maka dari itu, bersungguh-sungguhlah menunut ilmu dan tak lupa diiringi juga kecerdasan akhlak yang baik pula,” tegasnya sambil dihujani tepuk tangan mahasiswa.

Dia menambahkan, sebagai mahasiswa harus memegang teguh tri etika kampus sebagai landasan pembentukan karakter dan moral mahasiswa. “Mahasiswa IAIN harus pinter dan bener, tidak pinter saja tapi tidak bener,” tambahnya.

Ia juga meminta kepada maba agar semangat dalam belajar dimana pun berada baik di dalam kampus maupun luar kampus. “Semoga maba tahun ini harus bisa lebih maju dari pada mahasiswa sebelumnya,” harapannya.

Untuk memancing semangat maba dalam menuntut ilmu, Musahadi memberikan beberapa contoh Dosen teladan IAIN Walisongo Semarang. Ia menceritakan ada sebagian Dosen IAIN  yang keluar masuk luar negeri, untuk melakukan riset dan menuntut ilmu disana yang kemudian ditularkan kepada anak didik mereka sepulang dari luar Negri.

Ketua panitia pelaksana Munadzif mengatakan, pelaksanaan OPAK tahun ini merupakan yang terbesar di kampus IAIN Walisongo Semarang.

 

Mahasiswa Jurusan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) itu juga menambahkan semoga dengan banyaknya Maba yang nantinya belajar di IAIN bisa membawa nama harum IAIN Walisongo. “Lagi-lagi bisa menjadi penerus generasi bagi bangsa ini,” harapannya

cartoon porn