Gerakan Keadilan dan Kesetaraan Gender


(Semarang, Syari’ahwalisongo.ac.id) Dalam pengertian yang luas, feminisme merujuk pada setiap usaha atau gerakan yang dilakukan oleh setiap orang yang berkesadaran akan posisi subordinatif perempuan serta berusaha untuk memberikan jalan keluar dengan berbagai cara dan alasan. Feminisme bukan hanya sekedar ideology tetapi juga merupakan gerakan dan tindakan nyata yang semuanya bermuara pada keadilan dan kesetaraan gender.

Hal ini disampaikan Abu Hafsin, Ph.D. dalam mengisi seminar Menyoal RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender, yang diadakan Fakultas Syariah Jurusan Ahwal-Al-Syahsiyah IAIN Walisongo di Aula I kampus 1, Selasa (8/5). Seminar dihadiri LSM yang bergerak dalam Kajian Gender di Jawa Tengah, Hakim di Wilayah PA Jawa Tengah, BP4 se KUA Kota Semarang, Tokoh masyarakat, Dosen dan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo. Seminar dibuka oleh Dekan Fakultas Syariah Dr. H. Imam Yahya, M.Ag.

Dikatakan, secara esensial, gerakan kesetaraan gender yang diusung oleh kalangan feminis religious itu diwujudkan dalam rangka mencapai tujuan yang mulia, yakni memanusiakan manusia (wanita). Kalau memang ini menjadi muara dari keseluruhan upaya yang dilakukan kalangan feminis muslim, maka sebenarnya hal ini sejalan dengan keseluruhsan aturan yang termuat dalam berbagai teks suci keagamaan

“Bukankah semua teks suci keagamaan juga diarahkan untuk memanusiakan manusia? Dengan demikian antara kalangan feminis dan teks suci keagamaan sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yakni memanusiakan wanita. Inilah yang menjadi titik temu diantara keduanya,”paparnya

Profesor Musdah Mulia menambahkan, bahwa tuhan menciptakan manusia dengan kemuliaan tanpa membedakan lelaki dan perempuan. Yang diharapkan selanjutnya bagaimana budaya masyarakat mampu menghormati dan menghargai kepada manusia tanpa membedakan jenis kelamin.

Dipaparkan, peran institusi perguruan tinggi sangat penting guna memberikan sumbangan pemikiran akademis yang mendorong terciptanya keadilan dan kesetaraan gender. Menciptakan kelompok professional yang sensitive gender.

Ada beberapa strategi guna penguatan keadilan dan kesetaraan gender yaitu, advokasi kesadaran gender, terutama terhadap para pengelola perguruan tinggi, pengembangan kapasitas lulusan PT, pengembangan keammpuan negosiasi, manajemen, dan analisis anggaran.

Yang menjadi inti dalam seminar ini yaitu, bagaimana nilai-nilai kesetaraan ini disosialisasikan sehingga menjadi sebuah norma,  tradisi dan nilai-nilai (living tradition and living value) sebagai sebuah kewajaran social. Sehingga nanti tercipta kesiapan dan kesadaran masyarakat terhadap keadilan dan kesetaraan gender. Seminar juga diisi oleh Ubaidillah Shodaqoh, Katib Suriyah PWNU Jateng. (soim)

Informasi Kontak

Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Walisongo Semarang

Kampus III
Universitas Islam Negeri Walisongo
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

 +62-822-4621-242

[email protected]

 Senin – Jum’at 07:00 s/d 17:00 WIB

Help Desk FSH

Layanan Otomatis Mahasiswa

FSH UIN Walisongo

Surat akan kami kirimkan ke Email pemohon pada waktu maksimal 2 x 24 Jam pada jam Kerja
(Senin – Kamis, 07.30 -16.00).
Helpdesk WA 0822-4621-2420

Senin – Jum’at 07.00 s/d 16.00 WIB.

Help Desk FSH

Kabar FSH Terkini

Melangkah ke Kancah Global: FSH UIN Walisongo Tampilkan Fasilitas Modern dalam Asesmen ACQUIN
19/07/2026
Mahasiswa FSH UIN Walisongo Raih Gold Medal Internasional Lewat Inovasi AI Fiqh Muslimah
10/07/2026
Tingkatkan Kualitas SDM, FSH UIN Walisongo Delegasikan Empat Dosen Ikuti PKDP 2026
12/06/2026