FSH UIN Walisongo, Semarang,- Program Studi Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang menggandeng UiTM Malaysia membuka call for papers untuk Annual International Conference on Islamic Astronomy (ALICIA) 2026. Acara ini terbuka bagi akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk mengirimkan abstrak hingga 25 Agustus 2026.
Mengusung tema “From Manual Calculation to Computational Excellence: Transforming Islamic Astronomy in ASEAN through Automated Systems”, ALICIA 2026 mengundang akademisi, peneliti, praktisi falak, mahasiswa, dan masyarakat umum dari berbagai negara untuk berbagi gagasan mengenai masa depan astronomi Islam yang kian ditopang teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Panitia membuka enam sub tema kajian, yaitu peningkatan citra digital dan optimalisasi kontras untuk visibilitas hilal di kawasan maritim tropis ASEAN; jaringan teleskop teleremote lintas negara yang menyinkronkan observatorium otomatis Indonesia dan Malaysia untuk pengamatan falak syar’iyyah secara real-time; sinergi turats klasik dengan perhitungan otomatis dalam perspektif fikih atas pemanfaatan pengamatan berbasis AI; algoritma komputasi untuk penyatuan kalender Hijriah ASEAN dengan mengintegrasikan kriteria MABIMS ke dalam perangkat lunak mekanika langit otomatis; peralihan dari perhitungan bayang-bayang matahari manual menuju astrometri otonom untuk akurasi arah kiblat; serta analitik big data dalam kinematika benda langit untuk evaluasi ulang perhitungan waktu salat historis dan algoritma siklus matahari-bulan di Asia Tenggara.
Pendaftaran dan pengiriman abstrak dibuka mulai 1 hingga 25 Agustus 2026 tanpa dipungut biaya, melalui tautan resmi https://bit.ly/alicia2026. Naskah abstrak wajib ditulis dalam bahasa Inggris dengan panjang 200–250 kata. Proses seleksi abstrak akan berlangsung pada 26–31 Agustus 2026, dilanjutkan dengan pengumuman abstrak terpilih pada 1 September 2026, dan batas konfirmasi serta pembayaran bagi peserta terpilih pada 2–9 September 2026. Adapun batas akhir pengumpulan naskah lengkap (full paper) ditetapkan pada 7 Oktober 2026, sebelum konferensi puncak digelar pada 14 Oktober 2026.
Bagi presenter terpilih, biaya registrasi ditetapkan sebesar USD 25 untuk presenter internasional dan Rp200.000 untuk presenter nasional. Sementara itu, dosen dan mahasiswa UIN Walisongo Semarang serta UiTM Malaysia dibebaskan dari biaya pendaftaran. Setiap peserta yang mengikuti konferensi ini akan memperoleh sertifikat sebagai presenter internasional, dengan total hadiah bagi pemenang berbagai kategori terbaik mencapai lebih dari Rp5 juta.
Sebagai nilai tambah, panitia turut menggandeng sejumlah mitra jurnal bereputasi bagi naskah terpilih, di antaranya Al-Ahkam yang terindeks Scopus, JCIS yang terindeks MyCite UiTM Malaysia, An-Nida’ yang terindeks Sinta 2, Al-Hilal yang terindeks Sinta 3, Al-Fiqh yang terindeks Sinta 4, the Moon, Azimuth, Al-Marshad, dan Al-Afaq yang terindeks Sinta 3, El-Falaky yang terindeks Sinta 5, serta Kulminasi dan Astroislamica yang tengah dalam proses Sinta.
Informasi lebih lanjut mengenai konferensi ini dapat diperoleh melalui narahubung panitia, yakni Muhammad Nurkhanif (0858-6573-5003) dan Ahmad Adib Rofiuddin (0857-4337-5295), maupun akun media sosial resmi Instagram dan TikTok @IlmuFalakS1_Walisongo, kanal YouTube Ilmu Falak UIN Walisongo, serta laman resmi if.walisongo.ac.id.


