FSH UIN Walisongo, Semarang,- Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang menggandeng UiTM Malaysia membuka call for papers untuk Walisongo International Conference of Sharia and Law (WICHLAW) ke-2 2026. Acara ini terbuka bagi akademisi dan praktisi hukum untuk mengirimkan abstrak hingga 25 Agustus 2026.
Mengusung tema “Sharia in a Disruptive World: Navigating Geopolitical Shifts, Economic Transformation, and Artificial Intelligence for Global Sustainability”, WICHLAW 2nd hadir sebagai ruang jujur untuk mempertanyakan ulang relevansi syariah di tengah dunia yang berubah cepat: ekonomi global yang bergejolak, rivalitas geopolitik yang memanas, hingga kecerdasan buatan yang mengguncang tatanan hukum dan sosial. Akademisi, peneliti, praktisi hukum, mahasiswa, dan masyarakat umum dari berbagai negara diundang untuk urun gagasan dalam forum ini.
Panitia membuka lima sub tema kajian, yaitu Hukum Keluarga Islam yang menyoroti pernikahan, waris, dan perlindungan anak di era digital dan disrupsi AI; Hukum Pidana Islam yang membahas keadilan restoratif, kejahatan siber, dan hak asasi manusia di dunia multipolar; Hukum Ekonomi Islam yang mengulas ketahanan ekonomi syariah, industri halal, dan ESG di tengah konflik geopolitik; Hukum Tata Negara Islam yang mengangkat etika politik, kebijakan publik, dan kedaulatan digital; serta Hukum Nasional yang berfokus pada harmonisasi nilai-nilai syariah dalam sistem hukum nasional di era digital.
Pendaftaran dan pengiriman abstrak dibuka mulai 1 hingga 25 Agustus 2026 tanpa dipungut biaya, melalui tautan berikut https://clik.now/walisongointernationalconference. Naskah abstrak wajib ditulis dalam bahasa Inggris dengan panjang 200–250 kata. Proses seleksi abstrak akan berlangsung pada 26–31 Agustus 2026, dilanjutkan dengan pengumuman abstrak terpilih pada 1 September 2026, dan batas konfirmasi serta pembayaran bagi peserta terpilih pada 2–9 September 2026. Adapun batas akhir pengumpulan naskah lengkap (full paper) ditetapkan pada 7 Oktober 2026, sebelum konferensi puncak digelar pada 14 Oktober 2026.
Bagi presenter terpilih, biaya registrasi ditetapkan sebesar USD 25 untuk presenter internasional dan Rp200.000 untuk presenter nasional. Sementara itu, dosen dan mahasiswa UIN Walisongo Semarang serta UiTM Malaysia dibebaskan dari biaya pendaftaran. Setiap peserta yang mengikuti konferensi ini akan memperoleh sertifikat sebagai presenter internasional, dengan total hadiah bagi pemenang berbagai kategori terbaik mencapai lebih dari Rp5 juta.
Sebagai nilai tambah, panitia turut menggandeng sejumlah mitra jurnal bereputasi bagi naskah terpilih, di antaranya Al Ahkam yang terindeks Scopus, JCIS yang terindeks Mycite UiTM, An Nida’ yang terindeks Sinta 2, Walref yang terindeks Sinta 3, serta Al Fiqhu yang terindeks Sinta 4, ditambah jurnal Wishel.
Informasi lebih lanjut mengenai konferensi ini dapat diperoleh melalui narahubung panitia, yakni Ismail Marzuki (0813-9374-9190), Mahdaniyal HN (0857-4171-6607), dan Muhammad Rifqi (0822-2784-9485), maupun akun media sosial resmi Instagram dan TikTok @fshuinwalisongo, kanal YouTube FSH UIN Walisongo, serta laman resmi fsh.walisongo.ac.id.


