FSH Online, Bandung– Sebanyak 14 mahasiswa Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Akademis Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Angkatan 2024. Kegiatan yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Imahnoong, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, ini berfokus pada pengolahan dan analisis data fajar astronomis berbasis citra digital dan Sky Quality Meter (SQM).
Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami fenomena fajar astronomis sekaligus mengembangkan keterampilan observasi menggunakan perangkat dan metode berbasis teknologi. Peserta tidak hanya dibekali pemahaman konseptual, tetapi juga diarahkan untuk mampu mengakuisisi, mengolah, serta menginterpretasikan data hasil pengamatan secara sistematis.
Salah satu materi penting dalam pelatihan ini adalah pemahaman mengenai karakteristik fajar astronomis, termasuk perbedaan antara fajar sadik dan fajar kadzib. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam kajian Ilmu Falak, terutama karena fenomena fajar berkaitan dengan penentuan waktu ibadah umat Islam.
Dalam praktiknya, mahasiswa diperkenalkan dengan penggunaan kamera dan perangkat SQM untuk melakukan observasi fajar. Kamera digunakan sebagai instrumen untuk memperoleh citra langit, sedangkan SQM dimanfaatkan untuk mendapatkan data numerik terkait tingkat kecerlangan langit.
Data yang diperoleh kemudian menjadi bahan latihan pengolahan dan analisis. Peserta dibekali teknik pengolahan citra digital menggunakan perangkat lunak astronomi, serta teknik pengolahan data SQM. Beberapa metode yang diperkenalkan meliputi perbandingan intensitas, subtraksi citra, dan analisis gradien.
Tidak berhenti pada pengolahan secara terpisah, mahasiswa juga dilatih mengintegrasikan dan membandingkan data citra digital dengan data numerik hasil pengukuran SQM. Pendekatan ini diharapkan membantu peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap hasil observasi dan mampu menyusun interpretasi berdasarkan data yang terukur.
Kegiatan ini didampingi oleh Dr. H. Tolkah, M.A., Dr. H. Syifaul Anam, M.Ag., Dr. M. Nurkhanif, M.H., serta Ahmad Fuad Al Anshory, M.SI. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi akademik mahasiswa penerima Beasiswa Santri Berprestasi.
Pelatihan ini memiliki relevansi strategis bagi pengembangan keilmuan Ilmu Falak. Kajian astronomi Islam tidak hanya membutuhkan penguasaan teori dan pemahaman fikih, tetapi juga kemampuan menggunakan instrumen ilmiah, membaca data observasi, serta melakukan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin terampil melakukan observasi fajar secara terstruktur dan mengembangkan penelitian berbasis data empiris. Kemampuan menggabungkan citra digital dengan pengukuran numerik juga membuka ruang bagi penguatan metodologi penelitian dalam kajian astronomi Islam.
Penguasaan teknologi observasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa Ilmu Falak untuk menjawab kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan kemampuan mengolah dan menganalisis data secara tepat, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam menghasilkan kajian Ilmu Falak yang semakin terukur, sistematis, dan berbasis bukti ilmiah.


