FSH Online, Bandung – Rencana kerja sama pendidikan tinggi tidak cukup berhenti pada kesepahaman dan pertemuan antarpimpinan. Dibutuhkan kesesuaian kurikulum, persyaratan akademik, serta payung hukum agar sebuah program dapat dijalankan secara berkelanjutan. Prinsip tersebut menjadi perhatian Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang dan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dalam penjajakan program double degree bidang Ilmu Falak dan Fisika.
Penjajakan berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di ruang pertemuan FPMIPA UPI Bandung. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Program Studi Ilmu Falak FSH UIN Walisongo dan Program Studi Fisika UPI, termasuk kemungkinan pengembangan skema kurikulum lintas universitas.
Dekan FPMIPA UPI, Prof. Adi Rahmat, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan dukungan terhadap rencana program gelar ganda dan menyampaikan bahwa sejumlah persiapan di Program Studi Fisika UPI telah tersedia untuk mendukung proses pembahasan.
Namun, ia menekankan bahwa kerja sama harus dibangun di atas persyaratan akademik yang sesuai. Kedua program studi perlu memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan, termasuk ketentuan mengenai status unggul, sehingga pelaksanaan program memiliki dasar mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.
Prof. Adi juga mendorong agar penandatanganan kerja sama antara UIN Walisongo dan UPI segera dilakukan. Dokumen tersebut diperlukan sebagai payung hukum bagi pengembangan dan pelaksanaan program double degree.
Pembahasan teknis dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Fisika UPI, Prof. Endi Suhendi. Diskusi diarahkan pada kemungkinan skema pelaksanaan program, termasuk peluang integrasi dalam kurikulum MBE.
Dalam pembahasan tersebut, muncul kemungkinan penempatan kegiatan akademik pada semester keenam dan ketujuh. Prof. Arya turut menyampaikan pandangan mengenai peluang pengembangan skema double degree tersebut.
Pembahasan kurikulum menjadi tahap penting karena program gelar ganda harus memastikan adanya kesesuaian capaian pembelajaran, beban studi, dan pengakuan akademik di kedua universitas. Penyesuaian tersebut diperlukan agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang terstruktur dan hasil pembelajaran yang diakui oleh masing-masing institusi.
Selain aspek kurikulum, persyaratan kelembagaan juga menjadi perhatian. Karena program ini melibatkan dua fakultas dari universitas berbeda, mekanisme kerja sama perlu disusun secara jelas, mulai dari tanggung jawab masing-masing pihak hingga pengaturan pelaksanaan kegiatan akademik.
Dekan FSH UIN Walisongo, Dr. H. Tolkah, M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan FPMIPA UPI. Ia memperkenalkan rombongan UIN Walisongo sekaligus menjelaskan bahwa kerja sama yang dijajaki berangkat dari kesamaan perhatian terhadap pengembangan Ilmu Falak atau astronomi Islam.
Menurutnya, bidang Ilmu Falak memiliki hubungan erat dengan astronomi, terutama dalam kajian penentuan awal waktu salat dan awal Ramadan. Karena itu, kolaborasi dengan fakultas yang memiliki kompetensi sains dinilai dapat memperkuat pengembangan keilmuan sekaligus memperluas pengalaman akademik mahasiswa.
Tolkah berharap penjajakan tersebut dapat berlanjut menjadi program double degree yang nyata. Ia memandang kerja sama ini sebagai langkah awal bagi kedua institusi untuk saling menguatkan dalam bidang astronomi.
Wakil Dekan I FPMIPA UPI, Prof. Al Jufri, juga menyambut baik kedatangan rombongan FSH UIN Walisongo. Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat segera menghasilkan kerja sama yang terealisasi.
Kunjungan FSH UIN Walisongo dipimpin langsung oleh Dekan Dr. H. Tolkah, M.A. Rombongan terdiri atas Wakil Dekan I Dr. H. Syifaul Anam, M.Ag.; Kepala Bagian Umum Drs. Abdul Hakim, M.Ag.; Ketua Program Studi Ilmu Falak Dr. M. Nurkhanif, M.H.; Sekretaris Program Studi Ilmu Falak Ahmad Fuad Al Anshory, M.SI.; Penanggung Jawab Akademik Nurgiati, S.Pd.I.; Bendahara FSH Sakinah Hidayati, S.Sos.I.; staf akademik Indriyani Lafiyaningtyas, M.M.; serta unsur kemahasiswaan Lukmanul Hakim, S.Pd.I., M.M.
Keterlibatan unsur pimpinan, pengelola program studi, dan tenaga administrasi memperlihatkan bahwa pengembangan program gelar ganda membutuhkan koordinasi lintas bidang. Selain kesiapan akademik, aspek administrasi dan dukungan kelembagaan juga harus dipersiapkan agar pelaksanaan program berjalan tertib.
Bagi FSH UIN Walisongo, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat mutu pendidikan Ilmu Falak. Sementara bagi UPI, kolaborasi tersebut membuka ruang penerapan keilmuan fisika dan astronomi dalam konteks kajian Islam.
Penjajakan ini belum menjadi penetapan resmi program double degree. Masih diperlukan tindak lanjut berupa pemenuhan persyaratan kedua program studi, penyelarasan kurikulum, serta penandatanganan dokumen kerja sama antarinstitusi.
Meski demikian, dukungan awal dari kedua fakultas menjadi modal penting untuk melanjutkan proses tersebut. Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, kolaborasi FSH UIN Walisongo dan FPMIPA UPI berpeluang menghadirkan model pendidikan lintas disiplin yang mempertemukan ilmu keislaman dan sains dalam pengembangan astronomi.


