FSH Online, Semarang– Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang terus memperkuat atmosfer akademik berkelas internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui International Guest Lecture bertajuk “Artificial Intelligence and the Law of the Sea: State Responsibility, Human Rights and the Governance of Emerging Technologies”, Senin, 31 Agustus 2026.
Bertempat di Ruang Theatre Gedung Qodri Azizy IsDB FSH UIN Walisongo, kuliah internasional ini menghadirkan Maruf, S.H., LL.M., Ph.D., Assistant Professor pada School of Law, Fuzhou University, China. Sekitar 200 mahasiswa FSH mengikuti forum akademik tersebut dengan antusias.
Kegiatan dibuka langsung oleh Dekan FSH UIN Walisongo, Dr. H. Tolkah, M.A. Turut hadir para Wakil Dekan, Kepala Bagian Tata Usaha, para Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, serta Tim Akademik FSH.
Dalam sambutannya, Tolkah menegaskan bahwa International Guest Lecture merupakan bagian dari langkah FSH untuk menghadirkan pengalaman akademik global secara langsung kepada mahasiswa.
“Mahasiswa hukum hari ini tidak cukup hanya memahami hukum dari perspektif nasional. Perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence, telah melahirkan persoalan hukum yang melintasi batas negara. Karena itu, mahasiswa FSH perlu memiliki perspektif global sekaligus kemampuan membaca perubahan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, menghadirkan akademisi dari universitas luar negeri merupakan salah satu cara memperluas cakrawala mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring internasional fakultas. FSH, lanjutnya, terus mendorong terciptanya ruang akademik yang mempertemukan kajian syariah dan hukum dengan isu-isu kontemporer dunia.
Maruf dalam pemaparannya mengajak mahasiswa melihat perkembangan kecerdasan buatan bukan semata sebagai kemajuan teknologi, tetapi sebagai fenomena yang membawa konsekuensi hukum baru. Pemanfaatan AI dalam aktivitas maritim, pengelolaan data, sistem navigasi, pengawasan wilayah laut, hingga pengambilan keputusan berbasis algoritma memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab negara, perlindungan hak asasi manusia, dan tata kelola teknologi.
Pembahasan mengenai Law of the Sea menjadi semakin relevan ketika teknologi berkembang lebih cepat daripada regulasi. Kondisi tersebut menuntut calon ahli hukum memiliki kemampuan membaca persoalan secara multidisipliner dan tidak berhenti pada pendekatan normatif.
Antusiasme terlihat dari sekitar 200 mahasiswa yang memenuhi ruang theatre. Forum ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan perspektif langsung dari akademisi yang berkiprah dalam lingkungan pendidikan hukum internasional.
Bagi FSH UIN Walisongo, kegiatan tersebut bukan sekadar kuliah tamu, melainkan bagian dari strategi membangun global academic exposure bagi mahasiswa. Kehadiran akademisi internasional di kampus diharapkan memperkuat budaya diskusi, riset, dan kemampuan mahasiswa memahami perkembangan hukum global.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan dan cinderamata oleh Dekan FSH kepada Maruf sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperkaya wawasan akademik mahasiswa.
Melalui International Guest Lecture ini, FSH UIN Walisongo kembali menegaskan langkahnya sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan zaman, terbuka terhadap jejaring global, serta konsisten mempersiapkan mahasiswa menjadi sarjana hukum dan syariah yang memiliki integritas, kompetensi, dan perspektif internasional.


