{"id":7221,"date":"2020-01-19T23:10:32","date_gmt":"2020-01-19T16:10:32","guid":{"rendered":"http:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=7221"},"modified":"2020-01-19T23:10:32","modified_gmt":"2020-01-19T16:10:32","slug":"diskusi-ilmiah-dosen-fsh-ma%e1%b9%a3la%e1%b8%a5a-as-the-basis-of-islamic-law","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=7221","title":{"rendered":"Diskusi Ilmiah Dosen FSH:  Ma\u1e63la\u1e25a as the basis of Islamic Law"},"content":{"rendered":"<p><strong>FSH.post<\/strong>\u00a0\u2013 Para dosen Fakultas Syari\u2019ah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang kembali mengadakan diskusi ilmiah dosen, Jum\u2019at 17\/01\/2020). Diskusi rutin mingguan yang berlangsung mulai pukul 09.00-11.00 WIB ini bertempat di Ruang Lab Falak FSH.<\/p>\n<p>Diskusi kali ini membahas tentang Ma\u1e63la\u1e25a as the basis of Islamic Law (Ma\u1e63la\u1e25ah sebagai dasar \u00a0Pembentukan Hukum Islam). Pemateri diskusi kali ini adalah dosen muda Maskur Rosyid, M.A. Hk. Diskusi pada sesi ini \u00a0menggunakan bahasa inggris.<\/p>\n<p>Menurut Maskur _dalam diskusi tersebut_ bahwa\u00a0 penekanan sebuah kemanfaatan dan kemaslahatan \u00a0perealisasianya adalah tujuan utama.<\/p>\n<p>Kemudian Secara etimologis, manfaat itu sendiri berasal dari kata \u1e63ala\u1e25a atau \u1e63alu\u1e25a yang berarti sesuatu telah menjadi baik, adil, aman, dan yang menunjukkan kebaikan, \u201clanjut Maskur\u201d.<\/p>\n<p>Tidak tangung-tanggung kemudian ia mengutip dan merujuk \u00a0kepada beberapa tokoh ilmuan besar Islam, sebut saja imam \u00a0al-Sha\u1e6dib\u012b (wafat 790 H), ia menyatakan \u00a0bahwa ma\u1e63la\u1e25ah berarti perolehan manfaat dan penolakan terhadap segala bentuk penipuan atau kesulitan. Ditambah lagi kutipan penapat Al-Ghaz\u0101l\u012b (w.505 H.) yang mendefinisikan ma\u1e63la\u1e25ah sebagai segala sesuatu yang membawa kebaikan sehingga tujuan hukum (<em>maq<\/em><em>\u0101\u1e63<\/em><em>id al-shar<\/em><em>\u012b<\/em><em>&#8216;ah <\/em>atau <em>asr<\/em><em>\u0101<\/em><em>r al-shar<\/em><em>\u012b<\/em><em>&#8216;ah<\/em>) dilestarikan, yaitu agama yang dilestarikan, jiwa, alasan, keturunan\u00a0 , dan properti.\u00a0 Lima dasar \u00a0tersebut termasuk dalam ranah maslahah <em>haqiqiyah<\/em>.\u00a0 Sebaliknya, segala sesuatu yang menghilangkan lima tujuan disebut mafsadah, dan menghilangkan mafsada disebut ma\u1e63la\u1e25ah.<\/p>\n<p>Maslahah adalah tujuan utama hukum Islam.\u00a0 seperti yang saya katakan di awal.\u00a0 Tujuan hukum Islam, kita kenal dengan istilah maqashid shariah atau asrar al-shariah, terdiri dari lima tujuan inti.\u00a0 pertama,<em> \u1e25if\u1e93 al-d\u012bn<\/em> atau menjamin kebebasan dalam memilih agama, kedua, <em>\u1e25if\u1e93 al-nafs<\/em> atau mempertahankan kelangsungan hidup, ketiga, menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat <em>(\u1e25if\u1e93 al-&#8216;aql)<\/em>, keempat, menjamin kepemilikan properti dan properti (<em>\u1e25<\/em><em>if<\/em><em>\u1e93<\/em><em> al-\u00a0 m<\/em><em>\u0101<\/em><em>l<\/em>), dan kelima mempertahankan kelangsungan keturunan, kehormatan, dan profesi (<em>\u1e25<\/em><em>if<\/em><em>\u1e25<\/em><em> al-nasl wa al-&#8216;ird<\/em>). Selanjutnya, Maslahah dalam hal skala prioritas, ada tiga jenis, <em>\u1e0d<\/em><em>ar<\/em><em>\u016b<\/em><em>riyyah<\/em>, <em>\u1e25<\/em><em>ajjiyyah, dan ta<\/em><em>\u1e25<\/em><em>s<\/em><em>\u012b<\/em><em>niyyah<\/em>, \u201cungkap Maskur\u201d.<\/p>\n<p>Sebagai pamungkas diskusi, Maskur menekankan bahwa Sebagai metode ijtih\u0101d, ma\u1e63la\u1e25ah memainkan peran yang sangat mendesak, sehingga hukum Islam lebih fleksibel dan dinamis, dan metode ini disebut metode <em>ijtih<\/em><em>\u0101<\/em><em>d isti<\/em><em>\u1e63<\/em><em>l<\/em><em>\u0101\u1e25\u012b<\/em> lalu maslahah dalam hal ini \u00a0dibagi menjadi tiga jenis, Maslahah <em>Mu&#8217;tabarah<\/em>, maslahah <em>mursalah<\/em>, dan maslahah<em> mulghah.<\/em> Diskusi tentang maslahah, setidaknya muncul dua kategori, klasik dan modern.\u00a0 Dalam kategori klasik, saya mengkategorikan mereka menjadi dua sekolah, pertama, sekolah tradisionalis-tekstualis dan kedua, sekolah tradisionalis-rasionalis. (TIM).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FSH.post\u00a0\u2013 Para dosen Fakultas Syari\u2019ah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang kembali mengadakan diskusi ilmiah dosen, Jum\u2019at 17\/01\/2020). Diskusi rutin mingguan yang berlangsung mulai pukul 09.00-11.00 WIB ini bertempat di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":7222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}