{"id":21871,"date":"2026-11-03T14:55:31","date_gmt":"2026-11-03T07:55:31","guid":{"rendered":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=21871"},"modified":"2026-11-03T14:55:31","modified_gmt":"2026-11-03T07:55:31","slug":"lepas-116-wisudawan-dekan-fsh-uin-walisongo-belajar-sesungguhnya-dimulai-di-tengah-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=21871","title":{"rendered":"Lepas 116 Wisudawan, Dekan FSH UIN Walisongo: Belajar Sesungguhnya Dimulai di Tengah Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><strong>FSH Online, Semarang<\/strong> \u2013 Kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir perjalanan belajar. Justru setelah menyandang gelar akademik, para lulusan dituntut membuktikan kemampuan dan mengamalkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Tolkah, M.A., saat melepas 116 wisudawan, Selasa (3\/11\/2026).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-21872\" src=\"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145647_Gallery-856x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"856\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145647_Gallery-856x1024.jpg 856w, https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145647_Gallery-251x300.jpg 251w, https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145647_Gallery-768x919.jpg 768w, https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145647_Gallery-1284x1536.jpg 1284w, https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145647_Gallery.jpg 1439w\" sizes=\"auto, (max-width: 856px) 100vw, 856px\" \/><\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Tolkah menyampaikan bahwa secara formal para wisudawan telah menyelesaikan perjalanan akademik di FSH UIN Walisongo. Namun, penyelesaian studi tidak boleh dimaknai sebagai berhentinya proses menuntut ilmu. Para lulusan justru akan memasuki fase pembelajaran yang lebih nyata, yakni ketika berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kehidupan di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSecara formal, saudara-saudara telah berakhir dalam menuntut ilmu di FSH UIN Walisongo. Namun, saat ini Anda semua akan memasuki hakikat belajar yang sesungguhnya, yaitu di tengah masyarakat,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Tolkah, kehidupan setelah kampus menghadirkan tantangan yang berbeda. Pengetahuan yang selama ini diperoleh melalui perkuliahan harus mampu diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Para lulusan juga diharapkan terus mengembangkan diri, menjaga integritas, dan tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Tolkah juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa menempuh pendidikan, pelayanan fakultas belum sepenuhnya memenuhi harapan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa FSH tetap berkomitmen melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh mahasiswa. Evaluasi terhadap layanan akademik maupun administrasi menjadi bagian penting dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang semakin baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami memohon maaf apabila selama saudara berkuliah, pelayanan kami belum sepenuhnya dapat memberikan yang terbaik. Namun, kami tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan prima kepada seluruh mahasiswa,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pelepasan tersebut diikuti 116 wisudawan dari berbagai program studi di lingkungan FSH UIN Walisongo. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya satu fase pendidikan sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk berkiprah di berbagai bidang profesi dan pengabdian.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-21873\" src=\"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145742_Gallery-797x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"797\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145742_Gallery-797x1024.jpg 797w, https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145742_Gallery-234x300.jpg 234w, https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145742_Gallery-768x986.jpg 768w, https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145742_Gallery-1196x1536.jpg 1196w, https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261103_145742_Gallery.jpg 1380w\" sizes=\"auto, (max-width: 797px) 100vw, 797px\" \/><\/p>\n<p>Wakil Dekan I FSH UIN Walisongo, Dr. Hj. Anthin Lathifah, M.Ag., dalam kegiatan tersebut membacakan laporan akademik sekaligus mengumumkan wisudawan terbaik. Laporan tersebut menjadi bagian dari penyampaian capaian akademik mahasiswa sebelum resmi meninggalkan bangku perkuliahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Dekan II Dr. H. M. Syifaul Anam, M.Ag., Wakil Dekan III Dr. H. M. Harun, M.H., Kepala Bagian Umum Drs. H. Abdul Hakim, M.Ag., para Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta tenaga kependidikan bidang akademik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pelepasan 116 wisudawan ini menjadi momentum bagi FSH UIN Walisongo untuk mengantarkan para lulusan memasuki ruang pengabdian yang lebih luas. Tantangan berikutnya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan atau menempati posisi tertentu, melainkan bagaimana ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan bekal keilmuan dan pengalaman akademik selama di kampus, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, dan terus belajar dalam menghadapi perubahan zaman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FSH Online, Semarang \u2013 Kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir perjalanan belajar. Justru setelah menyandang gelar akademik, para lulusan dituntut membuktikan kemampuan dan mengamalkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Pesan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":21874,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14,27,601],"tags":[],"class_list":["post-21871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agenda-kegiatan","category-kunjungan","category-kabar-fsh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21871"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21875,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21871\/revisions\/21875"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}