{"id":212,"date":"2011-05-30T14:30:00","date_gmt":"2011-05-30T07:30:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fsei.walisongo.ac.id\/?p=212"},"modified":"2014-11-19T16:11:39","modified_gmt":"2014-11-19T09:11:39","slug":"pojok-bursa-iain-walisongo-go-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=212","title":{"rendered":"Pojok Bursa IAIN Walisongo Go Publik"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\">NGALIAN-Untuk pertama kalinya di lingkungan IAIN, Pojok Bursa tampil di lembaga perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Menurut Rektor IAIN Walisongo Semarang Prof Dr. Muhibbin, MA., pojok bursa IAIN lahir dalam rangka mewadahi aktifitas mahasiswa Ekonomi Islam dan Perbankan Syariah dalam menerapkan ilmu ilmu Ekonomi Islam di Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: small;\">Senada dengan itu, Dekan Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang, Dr. Imam Yahya, M.Ag.\u00a0 menhharapkan dibukanya Pojok BEI di IAIN bisa\u00a0 menjadi pusat sosialisasi dan edukasi bagi mahasiswa dan seluruh anggota masyarakat. Melalui Pojpk Bursa BEI di Fakultas Syariah mahasiswa akan tersadarkan bahwa bursa bukan hanya mainan orang-orang kaya, tetapi bursa merupakan upaya para pengusaha dalam mem-publik-kan sebuah perusahaan.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: small;\">Hal itu dipaparkan dalam seminar nasional bertema \u201cStrategi Investasi di Pasar Modal Syariah\u201d yang diadakan Fakultas Syariah IAIN Walisongo dalam rangka Dies Natalis ke-41 serta penandatanganan nota kesepahaman antara IAIN Walisongo, Bapepam-LK, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT BNI Securities di auditorium II kampus III IAIN Jalan Prof Hamka Ngaliyan, Semarang, kemarin. Pada saat bersamaan diluncurkan pojok Bursa Efek Indonesia IAIN Walisongo.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: small;\">Dekan juga mengharapkan agar Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) di IAIN Walisongo juga bisa memediasi kalangan usahawan dengan para pemilik modal yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya lembaga ini, masyarakat yang pro syariah bisa melakukan transaksi tanpa ada pandangan waswas atau ragu terhadap bursa efek. .<\/span><span style=\"font-size: small;\"><b>Regulasi BEI<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: small;\">Tingkat pemahaman pelaku dan masyarakat, terutama perihal regulasi dan sistem pasar modal syariah hingga kini masih rendah. Tak mengherankan apabila pasar modal syariah masih tetap dikesankan negatif, yakni sebagai arena transaksi riba.\u00a0 Muhammad Touriq, Kepala Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan bahwa\u00a0 seluruh efek syariah, yakni 11 seri SBSN, 31 sukuk (obligasi syariah) korporasi, 40 unit penyertaan reksa dana syariah, serta 221 saham emiten dan perusahaan publik, diawasi Bapepam LK.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: small;\">Thariq menambahkan bahwa Syarat perusahaan efek masuk daftar efek syariah pun tidak mudah. Yakni, harus memenuhi kriteria rasio total utang ribawi (berbasis bunga) dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82%, serta kontribusi total pendapatan nonhalal dibandingkan dengan total pendapatan usaha dan pendapatan lain harus tak lebih dari 10%.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: small;\">Dengan adanya jaminan tersebut, lanjut dia, sudah seharusnya kekhawatiran perihal penerapan sistem syariah sepenuhnya pada seluruh perusahaan efek tak lagi tepat menjadi alasan seorang muslim dalam menanamkan investasi saham di pasar modal syariah.*)<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NGALIAN-Untuk pertama kalinya di lingkungan IAIN, Pojok Bursa tampil di lembaga perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Menurut Rektor IAIN Walisongo Semarang Prof Dr. Muhibbin, MA., pojok bursa IAIN lahir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-212","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kunjungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=212"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/212\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}