{"id":1821,"date":"2013-03-18T15:46:00","date_gmt":"2013-03-18T08:46:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fsei.walisongo.ac.id\/?p=19"},"modified":"2013-03-18T15:46:00","modified_gmt":"2013-03-18T08:46:00","slug":"seminar-nasional-golput-dan-fenomena-emoh-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=1821","title":{"rendered":"Seminar Nasional &quot;Golput dan Fenomena Emoh Negara&quot;"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-Q4g3rJey7ck\/UUbWxdN0o_I\/AAAAAAAAA0E\/BKVS6gi_wYk\/s1600\/599012_628096360540173_175004226_n.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"300\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-Q4g3rJey7ck\/UUbWxdN0o_I\/AAAAAAAAA0E\/BKVS6gi_wYk\/s400\/599012_628096360540173_175004226_n.jpg\" width=\"400\" \/>&nbsp;<\/a><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">(Kampus, syariahwalisongo.ac.id) &#8211; Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)  Syiasah Jinayah (JS) Fakultas Syari&#8217;ah IAIN Walisongo Semarang bekerja  sama dengan Cibolek Institut dan Kementerian Dalam Negeri RI menggelar  seminar nasional dengan tema &#8220;Golput dan Fenomena Emoh Negara; tantangan  fungsi parpol dalam konsolidasi demokrasi di Indonesia&#8221;. <br \/>&nbsp;<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Seminar  ini berlangsung semarak, karena dihadiri sebagai narasumber,   Ganjar  Pranowo (Aktifis Partai Politik). Acara tersebut berlangsung di aula 1  lantai 1 kampus 1 IAIN Walisongo, Kamis, (14\/3). Turut hadir narasumber lain, Drs. Nur Syamsudin, (Dosen Fiqh Siyasah, di IAIN Walisong)o  dan Siti Nurmaunah (pengamat Politik) sekaligus alumni Fakultas Syariah IAIN Walisongo.&nbsp;<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/>Karena acara berlangsung di  tengah-tengah mahasiswa maka secara tidak langsung para narasumber  mengarahkan agar mahasiswa melek politik. Mahasiswa sejatinya adalah  bagian dari kontrol pemerintah yang kritis. Sebagai contoh pada masa  Soehato sangat totalitarian.&#8221;Pada waktu itu Soeharto dikenal dengan  raja KKN. Akhirnya rakyat geram dan akhirnya menggulingkan rezim KKN  Soeharto,&#8221; ucap Ganjar dalam mengawali pembicaraanya. Sistem negara  kita yang menganut demokrasi ini kadang memang ada sisi-baik dan  buruknya. Akibat dari sistem demokrasi yang kita anut sekarang ini, kata  Ganjar, orang bisa menjadi apa saja dan siapa saja bisa mendadak  menjadi orang. &#8220;Sehingga akibatnya ketika berpidato bisa &#8220;bapak dua, ibu  dua,&#8221; sindir Ganjar.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/>Ganjar dalam menyampaikan materi berpesan agar masyarakat  tidak apatis terhadap Patai Politik (parpol). Kita, kata Ganjar, jangan  alergi dengan politik. Kalau masyarakat alergi dengan politik negara  ini bisa runtuh. Dari itu monggo semuanya masuk ke partai politik. Entah  apa saja partainya. &#8220;Karena jika semuanya enggan masuk parpol maka,  parpol akan diisi oleh orang2 yang mempunyai kepentingan-kepentingan  tertentu terhadap negara ini,&#8221; pungkas Ganjar.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/>Dalam masalah golput  narasumber kedua, Nur Syamsudin, M.Ag menerangkan  bahwa dalam masalah  surat suara pemilih golput  sejatinya tidak berpengaruh terhadap hasil  pemilu. Dengan golput tidak akan merubah sistem pemilu atau hasil  pemilu. &#8220;Karena hasil yang dihitung dalam pemilihan adalah surat suara  yang sah. Artinya jika hanya ada satu calon, kalaupun banyak pemilih  yang golput maka yang dihitung adalah surat suara yang sah. Meskipun  banyak suara yang golput maka tidak akan berpengaruh,&#8221; papar Nur  Syamsudin, M.Ag disela-sela pembicaraanya.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/>Dari itu maka yang bisa  dilakukan, lanjut Nur Syamsudin,  adalah tim sukses menggiring suara  golput itu untuk mendukung calon yang baik. Dan turut menggiring opini  agar jangan malah bergabung dengan calon dan partai yang &#8220;bopeng&#8221;. Siti  Nurmaunah, narasumber yang terakhir banyak menyampaikan bagaimana  fenomena masyarakat yang empatinya semakin menurun terhadap Parpol.  &#8220;Sejak 2004 parpol mulai tidak dipercayai oleh rakyat. Karena banyaknya  individu-individu dari parpol yang melakukan korupsi. Dari itu  masyarakat lebih memilih golput ketimbang memilih calon yang korup,&#8221;  ujar alumni Fakultas Syari&#8217;ah ini. (C3-P)<\/span><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; (Kampus, syariahwalisongo.ac.id) &#8211; Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syiasah Jinayah (JS) Fakultas Syari&#8217;ah IAIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Cibolek Institut dan Kementerian Dalam Negeri RI menggelar seminar nasional dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-1821","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kunjungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1821\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}