{"id":1819,"date":"2013-03-25T14:15:00","date_gmt":"2013-03-25T07:15:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fsei.walisongo.ac.id\/?p=17"},"modified":"2013-03-25T14:15:00","modified_gmt":"2013-03-25T07:15:00","slug":"jurusan-ekonomi-islam-membincang-mata-uang-syariah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=1819","title":{"rendered":"Jurusan Ekonomi Islam Membincang Mata Uang Syariah"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">(Kampus, syariahwalisongo.ac.id) &#8211; Wacana Ekonomi Islam beberapa tahun  terakhir ini mencuat kembali di Indonesia. Sebagai wujudnya saat ini   banyak praktisi-praktisi bank maupun lembaga non perbankkan sudah banyak  beralih dengan menggunakan sistem ekonomi syariah (Islam). <\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Dengan  semakin gencarnya wacana sistem ekonomi syariah, secara perlahan wacana  penggunaan mata uang Islam klasik yaitu dinar dan dirham pun turut  bergulir. Untuk menyikapi perkembangan itu, Jurusan Ekonomi Islam  Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang kerjasama dengan IAEI Komisariat Walisongo Semarang menggelar seminar nasional  dengan tema &#8220;Perkembangan Pemikiran Mata Uang Islam dan Implikasinya Terhadap Industri Keuangan Syariah Modern&#8221;, yang dilaksanakan Kamis,  (21\/3).<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Diskusi yang dibanjiri audiens ini berlangsung di ruang  sidang, lantai 2 Fakultas Syariah IAIN Walisongo. Meskipun sudah ada  beberapa perkembangan dalam sistem ekonomi Islam, namun itu belum begitu  signifikan jika dibandingan dengan konsep perbankan konvensional. Dari  itu sebagai Fakultas yang juga terdapat jurusan ekonomi Islamnya harus  terus mendorong konsep ekonomi yang berlandaskan syariah Islam.  &#8220;Perkembangan ekonomi Islam hingga sekarang ini belum terlalu  signifikan. Hal demikian harus selalu digali secara mendalam kendalanya  dimana, apa karena SDM-nya atau karena sistemnya yang belum sempurna,&#8221;  sambut Dr. H. Imam Yahya, M.Ag, dalam kesempatan membuka acara.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Hadir  sebagai narasumber Dr. Muhammad Muflih, doktor muda dari Akademi  Teknologi Bandung, Dr. H. Siti Mujibatun, M.Ag, pengarang buku, Konsep  Uang Dalam Hadis dan Drs. Wahab Zaenuri, MM, Kaprodi D3 Perbankkan  Syariah sekaligus praktisi lembaga BMT diberbagai kota.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Perbincangan  mengenai ekonomi syariah, maka tidak bisa lepas dari pembahasan mengenai  mata uang Islam klasik yaitu dinar-dirham. &#8220;Dulu saya pendukung mata  uang dinar-dirham, tapi sekarang saya menyadari apa adanya mengenai mata  uang. Sebagai kaca mata saja, inflasi dari dinar-dirham mengakibatkan  mayat bergelimpangan, alias kelaparan. Dari itu hingga saat ini masih  ada pro dan kontra mengenai penerapan mata uang dinar-dirham,&#8221; papar Dr.  Muhammad Muflih, dalam pemaparanya.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Dalam suatu jurnal ekonomi Islam  internasional, sambung Dr. Muflih, diungkapkan bahwa hasil penelitian  mengungkapkan bahwa tidak mungkin mata uang dinar-dirham diberlakukan  kembali.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Bagi yang sepakat dengan penerapan mata uang dinar-dirham  kerap memelintir pernyataan-pernyataan dari al-Ghozali yang juga banyak  membahas mengenai dinar dan dirham dengan berlandaskan dalil-dalil Islam.  Untuk sekarang ini sudah tidak mungkin menerapkan mata uang dinar  dan dirham di negara kita. Karena mata uang rupiah sekarang ini  dilindungi oleh perundang-undangan.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">&#8220;Jika tetap memaksakan untuk  mencetak. mata uang dinar-dirham maka bisa dibui. Karena mata uang  diatur dalam perundang-undangan. Biarlah sistem ekonomi Islam berjalan  seperti sekarang ini. Hanya yang harus diperbaiki adalah pelaksanaanya  saja,&#8221; pungkas doktor muda ini. <\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Berbeda dengan Dr. H. Siti  Mujibatun, dalam pemaparannya ia banyak mengkritisi aplikasi dari sistem  ekonomi itu sendiri. Entah itu sistem ekonomi syariah atau konvensional.  Karena banyak yang menyindir bahwa sekarang ini sistem ekonomi syariah  tidak jauh beda dalam pelaksanaanya dengan ekonomi konvensional. <\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">&#8220;Intinya,  dari semua persoalan dalam perbankan itu yang paling fundamental itu  adalah pada masalah riba dan bunga. Jika selama ini sistem ekonomi  syariah menentang adanya riba dengan menggunakan sistem bagi hasil maka  harus dilaksanakan. Karena sungguh suatu dosa jika apa yang kita ketahui  tapi tidak kita lakukan,&#8221; sambung Dosen yang gemar menulis buku ini.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Dalam  diskusi itu, ketiga narasumber masing-masing mempunyai perspektif yang  beragam dalam memandang dunia perbankan. Khususnya dalam menentukan  sistem bunga, riba, atau bagi hasil. Tentu masing-masing narasumber juga  mempunyai pijakan metodologi yang berbeda pula.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Sebagai narasumber  terakhir, Drs. Wahab Zaenuri, MM banyak mengkritisi lembaga keuangan  yang menggunakan sistem bunga. Dalam pemaparanya, sistem bunga dapat  menimbulkan inflasi besar-besaran dan juga menimbulkan kesenjangan  sosial yang diakibatkan karena faktor ekonomi. <\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">&#8220;Sistem bunga ini  ibarat bendungan air. Semakin tinggi bendunganya maka air yang tertahan  juga arus semakin deras. Ini hampir sama dengan sistem bunga dalam  perbankan. Sehingga banyak menimbulkan kesenjangan sosial yang sangat  berdeda di masyarakat,&#8221; papar Kaprodi D3 Perbankan ini.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Kesenjangan  itu, lanjut Drs. Wahab Z, MM. akan sangat mencolok. Ia menggambarkan  dalam tayangan slidenya bahwa akses dari sistem bunga ini kehidupan  masyarakat sangat berbeda. Salah satu contohnya pada saat ini, mainan  anak-anak sangat tergantung pada keadaan ekonomi. Bagi yang kaya, lanjut  Drs. Wahab Z, MM, mereka bermain game dengan menggunakan laptop.  Sementara bagi yang miskin mereka bermain dengan tulang belulang yang  sudah menjadi tengkorak. <\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Diskusi yang hangat ini disambut dengan  tepuk tangan dari audiens yang menandakan pernyataan atau pemaparan dari  ketiga narasumber menarik perhatian peserta. (C3-P)<\/span><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Kampus, syariahwalisongo.ac.id) &#8211; Wacana Ekonomi Islam beberapa tahun terakhir ini mencuat kembali di Indonesia. Sebagai wujudnya saat ini banyak praktisi-praktisi bank maupun lembaga non perbankkan sudah banyak beralih dengan menggunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-1819","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kunjungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1819"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1819\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}