{"id":1796,"date":"2012-05-04T11:04:00","date_gmt":"2012-05-04T04:04:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fsei.walisongo.ac.id\/?p=85"},"modified":"2012-05-04T11:04:00","modified_gmt":"2012-05-04T04:04:00","slug":"arah-kiblat-antara-mitos-dan-sains","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=1796","title":{"rendered":"Arah Kiblat: Antara Mitos dan Sains"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-cfhyDb23N0U\/T6NVH5cCaUI\/AAAAAAAAASs\/yET4s2-ROMQ\/s1600\/large_252319643_dsc_0179.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"265\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-cfhyDb23N0U\/T6NVH5cCaUI\/AAAAAAAAASs\/yET4s2-ROMQ\/s400\/large_252319643_dsc_0179.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<div align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\">\n<div style=\"font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"line-height: 150%; text-align: justify;\"><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<p><span style=\"font-family: inherit; font-size: small;\"><span style=\"line-height: 150%; text-align: justify;\">(Semarang, syariahwaliosngo.ac.id) &#8211; Fakultas Syari\u2019ah IAIN Walisongo mengadakan Seminar Nasional dengan tema <\/span><i style=\"line-height: 150%; text-align: justify;\">Arah Kiblat: Antara Mitos dan Sains<\/i><span style=\"line-height: 150%; text-align: justify;\"> di Aula kampus IAIN Walisongo, Senin (30\/4). Empat pembicara didatangkan dari berbagai bidang, Prof. Dr Moeji Raharto (Astronom ITB Bandung), Drs Slamet MSi (Badan Hisab Rukyah RI), KH A\u2019wani (Rois Syuriah PWNU Jateng), Drs. Muhyidin Mag. (Komisi Fatwa MUI Jateng), dan di moderatori Dr Ahmad Izzudin.<\/span><\/span><br \/><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;\"><br \/><\/span><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;\">Seminar dibuka oleh rektor IAIN Walisongo, Prof. Dr. Muhibbin MAg. Dan dihadiri oleh Ketua MUI Dr Daroji, perwakilan Pengadilan Agama se-Jateng, KUA se-Jateng, ketua ta\u2019mir masjid se-Jateng.&nbsp;<\/span><br \/><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><br \/><\/span><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\">Astronom Institut Taknologi Bandung, Moedji Raharto mengatakan, bahwa pergerakan lempeng tektonik tidak berpengaruh terhadap arah kiblat. Pasalnya, pergerakan lempeng dalam setahun kurang dari lempeng satu juta derajat, jadi secara praktis tidak mempengaruhi posisi lintang dan bujur geografis Makkah atau posisi tempat pengamat.<\/span><br \/><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><br \/><\/span><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\">\u201cLempeng tektonik memang berubah posisi, namun tidak terlalu tinggi intensitasnya. Dalam waktu setahun kecepakan gerakan lempeng 1 \u2013 10 sentimeter atau bergerak sejauh 1.000 kilometer dalam 10 \u2013 100 juta tahun. Perubahan posisi pengamat dan ka\u2019bah akibat gerakan lempeng tektonik tahunan atau ratusan tahun masih tegolong kecil untuk keperluan penentuan arah kiblat\u201d, katanya.<\/span><br \/><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><br \/><\/span><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\">Isu pergerakan lempeng masih menjadi pertanyaan di masyarakat, karena letak Indonesia berada di perbatasan antara Lempeng Eurasia, lempeng India \u2013 Australia dan lempeng Filipina. Kemudian muncul kegelisahan di masyarakat lempeng berpengaruh terhadap arah kiblat pada masjid \u2013 masjid tua di Indonesia.<\/span><br \/><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><br \/><\/span><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\">Isu gempa juga menjadi tema, karena menimbulkan pergeseran pada bangunan. Anggota Badan Hisab Rukyah Nasional ini mengatakan, kawasan yang dekat dengan pusat gempa dan mengalami kerusakan bangunan, daerah yang longsor atau tanahnya bergeser perlu mengukur ulang arah kiblat.<\/span><br \/><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><br \/><\/span><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\">Adapun bagi kawasan yang hanya merasakan getaran gempa dan jauh dari pusat gempa, praktis tidak mengalami perubahan arah kiblat akibat pergeseran fondasi bangunan.<\/span><br \/><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><br \/><\/span><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\">Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. A\u2019wan mengatakan, dalam menentukan arah kiblat harus mengikuti prosedur dan metode yang presisi. Jika sudah mengikuti prosedur tetapi masih salah, maka tetap mendapat pahala karena sudah berusaha.<\/span><br \/><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"><br \/><\/span><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;\">Menurut Fatwa Majlis Ulama Indonesia nomer 5 tahun 2010 tentang arah kiblat menyebutkan, kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke barat laut dengan posisi bervariasi sesuai dengan letak kawasan masing-masing. Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat ka\u2019bah adalah menghadap bangunan ka\u2019bah.<\/span><\/div>\n<p><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"font-family: inherit; line-height: 150%;\">Adapun kiblat bagi orang shalat dan tidak dapat melihat ka\u2019bah melalui Ijtihat ka\u2019bah adalah arah ka\u2019bah dengan pengukuran. \u201cJika masjid sudah jadi tapi arah kiblatnya belum benar, tinggal mengukur ulang lalu memperbaiki shof. Yang akan membangun mushala atau masjid baiknya mengukur arah kiblatnya\u201d, kata Muhyidin, ketua komisi MUI Jateng.(soim)<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Semarang, syariahwaliosngo.ac.id) &#8211; Fakultas Syari\u2019ah IAIN Walisongo mengadakan Seminar Nasional dengan tema Arah Kiblat: Antara Mitos dan Sains di Aula kampus IAIN Walisongo, Senin (30\/4). Empat pembicara didatangkan dari berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1796","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-dosen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1796\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}