{"id":119,"date":"2011-12-19T08:43:00","date_gmt":"2011-12-19T01:43:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fsei.walisongo.ac.id\/?p=119"},"modified":"2011-12-19T08:43:00","modified_gmt":"2011-12-19T01:43:00","slug":"workshop-penguatan-kapasitas-mediasi-bagi-mahasiswa-fakultas-syariah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/?p=119","title":{"rendered":"Workshop Penguatan Kapasitas Mediasi Bagi Mahasiswa Fakultas Syari\u2019ah"},"content":{"rendered":"<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\">\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-Bs0W4OZLdYA\/TvAlQOjxzhI\/AAAAAAAAAPA\/FuNuIVz9P68\/s1600\/DSC_0295.JPG\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"133\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-Bs0W4OZLdYA\/TvAlQOjxzhI\/AAAAAAAAAPA\/FuNuIVz9P68\/s200\/DSC_0295.JPG\" width=\"200\" \/><\/a><\/div>\n<p><b><span lang=\"IN\">(Bandungan, Syari\u2019ahwalisongo.ac.id)<\/span><\/b><span lang=\"IN\"> \u2013 Faktultas Syari\u2019ah berupaya meningkatkan kapasitas mahasiswanya dalam teknik mediasi. Wujud upaya peningkatan ini dilakukan dengan menggelar workshop mediasi bagi mahasiswa Fakultas Syari\u2019ah yang diadakan di hotel Kusuma Madya, tapatnya jalan raya Bandungan-Sumowono 5065, Ambarawa, Semarang. Workshop ini dilaksanakan dalam kurun waktu dua hari yaitu Kamis hingga Jum\u2019at, (15-16\/12\/11). <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Acar penguatan kapasitas mahasiswa dalam memediasi sebuah konflik ini dibuka jam 3 sore oleh dekan Fakultas Syari\u2019ah, Dr. H. Imam Yahya, M.Ag. Dalam pembukaan ini Dr. H. Imam Yahya, M.Ag ini sekaligus sebagai keynote speaker. Dalam penyampaiannya Dr. Ilmu politik ini menyampaikan betapa pentingnya sebagai mahasiswa Fakultas Syari\u2019ah menguasai teknik mediasi. Mengingat konflik yang ada di masyarakat merupakan sebuah keniscayaan. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Seperti kita ketahui bahwa sejak manusia lahir, dalam sejarahnya, sejak Nabi Adam dan kedua anaknya sudah ada yang namanya konflik. \u201cKhobil dan Khabil kedua anak Adam itu itu sudah berseteru, yang itu kalau dijaman sekarang bisa dikategorikan sebagai konflik\u201d tutur dekan Fakultas Syari\u2019ah itu. Konflik ini yang terjadi bukan hanya dalam permasalahan sosial, tapi permasalahan agama dan politik. Sehingga sebagai mahasiswa Fakultas Syari\u2019ah kiranya workshop ini sangat penting bagi para peserta workshop sekalian. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Dalam hal mengupayakan agar mahasiswa lebih bisa mendalami ilmu tentang mediasi, pihak fakultas sedang mengupayakan adanya jurusan baru, yaitu jurusan Mediasi Peradilan. \u201cPihak fakultas mengusulkan ini karena sedikitnya mahasiswa yang berminat dalam mendalami ilmu tentang peace building. Semoga jurusan atau program mediasi peradilan ini bisa terealisasi tahun depan\u201d lanjut Dekan yang baru pulang dari haji tahun ini tersebut.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Tentang mediasi sekarang akan sangat dibutuhkan dalam perkembangan jaman yang sangat kompleks ini. Sekarang mahasiswa dituntut untuk lebih lihai dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan dan juga kehidupan kampus. Hal yang demikian kenapa Fakultas Syari\u2019ah mencanangkan workshop mediasi karena untuk sekarang pihak fakultas belum bisa memberikan materi <i>peace building<\/i> secara maksimal. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">\u201cMateri-materi yang akan didapat nanti kiranya ini tidak didapat semasa kuliah. Karena itu saya berpesan kepada para peserta workshop, mohon untuk diperhatikan betul\u201d. Lanjut Dr. H. Imam Yahya, M.Ag dalam kesempatan pembicaraan terakhirnya. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><b><span lang=\"IN\">Materi <i>Peace Buiding<\/i> <o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Seusai pak Dekan membuka acara kemudian dilanjutkan sesi materi yang pertama mengenai <i>peace building<\/i>. Materi workshop yang pertama ini diisi oleh Pembantu Dekan (PD) 3 Fakultas Syari\u2019ah, bapak Arif Budiman, M.Ag. Dalam mengawali pembicaraannya, Ia menerangkan terlebih dahulu tentang keniscayaan sebuah konflik dalam kehidupan sosial. \u201cKonflik itu ada beriringan dengan adanya kehidupan itu sendiri\u201d ujar Arif Budiman dalam mengawali penyampaianya. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Akar-akar konflik yang terjadi dalam kehidupan dimasyarakat tentu ada pemicunya. Paling tidak bisa disederhanakan dimana konflik timbul dari ketidak seimbangan politik, sosial dan ekonomi. Selain masalah pokok tersebut identitas kadang juga menjadi pemicu konflik dalam berinteraksi dalam masyarakat. Dimana kadang ada sebagian orang yang masih mengedepankan rasa primordialismenya. Dalam hal ekonomi biasanya konflik tercipat karena ketimpangan ekonomi yang menonjol. Misalkan ada yang miskin dan ada yang kaya raya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Dalam hal ekonomi dan etnis Arif Budiman, M.Ag mencontohkan kasus-kasus yang menimpa etnis Cina yang mengalami tindak kekerasan oleh segolongan orang. Karena dianggap penjajah ekonomi dan menguasai sistem ekonomi. \u201cOrang Cina semasa itu dianggap oleh sekelompok bahwa orang Cina menguasi perekonomian sehingga menimbulakn ketidak seimbangan ekonomi dimasyarakat,\u201d lanjut Arif Budiman, M.Ag.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Tidak hanya itu, Arif Budiman, M.Ag juga mencontohkan konflik yang ada di Sampit. Dimana disana merupakan konflik yang pemicunya merupakan ras atau golongan anatar Suku Dayak dan Madura Dalam akhir pembicaraanya pemateri pertama ini menyampaikan bahwa kalau kita sudah menguasai akar rumput masalah nantinya bukan hanya bisa menyelesaikan masalah. Melainkan kita juga harus bisa mengantisipasi gejala-gejala permasalahan dimasyarakat. \u201cKetika kita sudah menguasai akar konflik nantinya bukan hanya menyelesaikan konflik. Tapi bagaimana kita mempertahankan perdamaian dan keteraturan yang demokratis\u201d lanjut pembantu dekan tiga sambil mengahiri pembicaraannya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><b><span lang=\"IN\">Mediasi dan Proses Negosiasi<o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Setelah workshop itu Isoma sekitar 1 jam, selanjutnya materi dilanjutkan dengan tahapan yang lebih inti. Dimana materi yang kedua ini memasuki ke tahapan negosiasi dan mediasi. Materi ini dipandu oleh dua pasilitator. Yakni A. Saipullah, M.Ag dan Tolkhah, M.H yang keduanya merupakan anggota Walisongo Mediasion Center (WMC). Dalam mengawali pelatihan materi ini terlebih dahulu antara pemateri dan peserta melakukan kontrak belajar. Karena agar proses belajar lancar dan tidak terlalu molor dalam masalah waktu. \u201cKita terlebih dahulu harus mengadakan kontrak dalam pelatihan ini\u201d tutur A. Saipullah M.Ag.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Dengan dipasilitatori oleh dua orang metode penyampaian ini sedikit berbeda dari yang sebelumnya. Sesi kedua ini para peserta banyak diajak untuk praktek untuk melakukan mediasi. Tahapan pertama para peserta diinstruksikan agar saling mengenal seara dekat. Setelah peserta berkenalan, langkah selanjutnya kemudian peserta diinstruksikan agar memilih satu pasangan calon dan kemudian digali informasi konflik apa saja yang pernah ada dalam dirinya. \u201cSilahkan kepada semua peserta agar memilih pasangannya lalu gali informasi konflik apa yang terjadi dari patner apa?\u201d ujar Tholkhah, MH<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Lalu, setelah peserta melakukan percakapan sekitar selama 10 menit lalu perwakilan dari peserta 3 pasang peserta menyampaikan hasil penggalian informasi ini terhadap forum. Dalam kesimpulannya bahwa memang semua orang pasti mengalami apa yang disebut apa itu konflik. Karena konflik itu ada secara alamiah timbul. \u201cKonflik itu secara naluriah pasti ada dalam kehidupan setiap individu\u201d, uangkap A. Sapullah, M.Ag. Tapi memang terkadang memang ada yang disengaja dan juga ada yang tidak disengaja. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" styl\ne=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Masuk kedalam inti materi yaitu negosiasi dan mediasi. Dalam hal negoisasi para peserta disuruh agar menuliskan apa yang diketahui dari negoisasi dalam sebuah persoalan. Kemudian hampir dari seluruh peserta menyepakati kalau yang dinamakan dengan negoisasi itu adalah proses tawar menawar atau rundingan untuk mencapai mufakat. \u201cKita hampir semua ya menyepakati kalau negosiasi itu proses musyawarah untuk mencapai mufakat\u201d ungkap A. Saipullah, M.Ag yang merupakan pembantu dekan 2 Fakultas Syari\u2019ah tersebut.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Kemudian masukalah dalam teknis dalam menyelesaikan melalui negosiasi tersebut. Terlebih dahulu dalam tahapan negosiasi adalah bagaimana kita dalam mengawali Negosiasi. Tahapan pertama adalah pra-negosiasi yang terdiri dari <i>inisiasion<\/i>, <i>assesment, <\/i>menyusun aturan dalam negosiasi, merencanakan agenda negosiasi dan mengumpulkan data. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<p><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt;\"><\/span><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt;\">Tahapan yang kedua yaitu masuk kedalam negosiasi setelah dilakukan introduksion. Negosiasi meliputi beberapa tahapan yaitu fokus pada interest, kreatif dalam mencari opsi evaluasi opsi. Mencatat hasil kesepakatan,&nbsp; Dan yang terakhir komitmen terhadap hasil kesepakatan. Setelah melakukan mediasi kemudian setelah melakukan negosiasi. Dan kemudian tahapan yang terakhir bisa dikatakan sukses dalam kesepakatan itu jika memuaskan kedua belah pihak. Dalam perumusan kesepakatan terakhir harus bersifat sangat jelas. Tanpa adanya multi tafsir. \u201cDalam tahapan terakhir mediasi jangan sampai menghasilkan yang multitafsir karena nantinya akan memicu konflik yang bekelanjutan\u201d ujar A. Saipullah, M.Ag dalam pembicaraan penutupnya.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Bandungan, Syari\u2019ahwalisongo.ac.id) \u2013 Faktultas Syari\u2019ah berupaya meningkatkan kapasitas mahasiswanya dalam teknik mediasi. Wujud upaya peningkatan ini dilakukan dengan menggelar workshop mediasi bagi mahasiswa Fakultas Syari\u2019ah yang diadakan di hotel Kusuma [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-119","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kunjungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=119"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/119\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsh.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}