Prodi Ilmu Falak Observasi Gerhana Bulan

0
314

(Semarang, Syari’ahwalisongo.ac.id) – Prodi Konsentrasi Ilmu Falak Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang mengadakan seminar sekaligus observasi gerhana bulan total, sabtu (10/12/11). Para ahli ilmu astronomi Fakultas Syari’ah dalam melakukan observasinya dalam mendalami gerhana bulan total memilih tempat di Mesjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tepatnya di jalan gajah raya Semarang, gedung perpustakaan MAJT dan menara al-Husna.

Seminar yang kemudian dilanjtkan dengan observasi ini bertemakan “gerhana bulan, antara mitos dan sains. Terselenggaranya acara ini atas kerjasama antara berbagai pihak. Diantaranya, tim hisab rukyah MAJT, Cssmora IAIN Walisongo Komunitas Ahli Falak Putri Indonesia (KFPI), lembaga hisab rukyat independen al-Moqaat jawa tengah dan Komunitas Santri Falak Indonesia (KSFI).
Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara Dr. Eng. Rinto Anugraha pakar fisika dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta dan alumnus Kyoto University. Pembicara yang kedua hadir juga ahli falak PBNU sekaligus dosen falak IAIN Walisongo Semarang, Drs. KH. Slamet hambali, M.Si. Narasumber yang terakhir adalah ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI) dan juga dosen falak IAIN Walisongo, Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag
Observasi gerhana bulan yang dimotori oleh Prodi Konsentrasi Ilmu Falak ini dimulai dengn seminar terlebih dahulu kemudian dilanjtkan dengan observasi dengan alokasi waktu pagi hingga malam sekitar jam 11 malam. Acara ini diikuti oleh peserta sekitar 100 lebih yang terdiri dari mahasiswa prodi konsentrasi ilmu falak, mahasiswa regular dan juga ada peserta umum yang bukan mahasiswa.
Nampak para peserta antusias dalam mengikuti acara ini. Karena peserta masih bertahan dari semenjak seminar hingga dilakukannya observasi. “Teman-teman peserta workshop nampak antusias dalam mengikuti seminar dan observasi ini, karena semenjak dimulai acar masih tetap bertahan hingga acara selesai. Mungkin ini para peserta merasa tertarik dengan adanya program ini, sehingga bisa mengetahui gerhana bulan total secara ilmiah, bukan mitos lagi,” tutur M. Zainal Mawahib salah satu peserta acara terebut.   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here