Membekali Wisudawan dengan Motivasi

0
540

 

(Kampus, Syari’ahwalisongo.ac.id) – Untuk terjun ke “dunia yang sesungguhnya” mahasiswa sepertinya harus banyak-banyak persiapan. Selama perkuliahan mahasiswa banyak diajari dalam berbagai teori. Sehingga waktu untuk menghayati kehidupan sesungguhnya di masyarakat nampaknya kurang optimal. Sebagai upaya untuk mempersiapkan para mahasiswa agar tidak canggung dalam menghadapi kehidupan riil di masyarakat, Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semrang mengadakan seminar dengan tema “Training Kepribadian/TPA Motivasi dan Enterpreneurship Bagi Calon Wisudawan Fakultas Syari’ah Periode Januari 2012”.
Acara motivastion ini masih dalam rangkaian acara pelepasan wisuda  mahasiswa Fakultas Syari’ah. Berlangsungnya acar ini tepatnya di Ruang Sidang Syari’ah Lantai 2 Kantor Fakultas Syari’ah, Jum’at (27/01/12). Acara dimulai jam 07.30 wib dengan registrasi peserta dan resmi dibuka jam 08.00 wib dengan di awali sambutan oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Dr. H. Imam Yahya, M.Ag. Dalam sambutan pembukaan tersebut Dr. H. Imam Yahya, M.Ag berpesan kepada semua calon wisudawan agar nanti setelah terjun benar-benar menunjukan bahwa alumni IAIN patut dijadikan tauladan di Masyarakat.
“Saya sebagai pimpinan di Fakultas Syari’ah berpesan kepada semua anak-anaku sekalian agar nanti di Masyarakat, sudara semua bisa menjadi contoh yang baik, baik itu dalam sisi kepribadian dan penghasilan, tentu ini tidak bisa jauh-jauh dari skil dunia enterpreneurship” ujar Dekan Fakultas Syari’ah, sambil sedikit bercanda.  Dalam seminar itu hadir sebagai narasumber Laily Rahmah, S.Psi, MRI yang berbicara dari sisi pengembangan kepribadian dan tes potensi akademik. Hadir juga Drs. Edy Darrmoyo yang langsung memberikan materi langsung dari sisi entrepreneurship.
Selain kedua acara narasumber di atas hadir juga narasumber yang memfokuskan pembicaraannya dalam sisi peningkatan motivasi calon wisudawan.  Laily Rahmah, S.Psi, MRI dalam pemicaraannya mengupas banyak hal yang sangat mungkin akan dialami oleh para wisudawan di masyarakat. Dan itu biasanya sangat spele tapi lumayan membingungkan. Bisa saja itu bentuknya pertanyaan atau ajakan untuk bekerja yang kita belum pernah melakukannya. “Contoh misalkan, ketika kita sudah lulus dan pulang ke rumah, ada yang bertanya sekarang sudah kerja atau belum?
Pertanyaan ini cukup pusing bagi yang belum kerja, dan cukup mudah bagi yang sudah bekerja,” begitu ujar sarjana psikologi ini. Nampaknya acara ini cukup menarik dan mengena bagi calon wisudawan. “Saya merasa lebih punya pendirian menjadi lulusan dari Fakultas Syari’ah, setelah mendapat pelatihan entrepreneurship yang dipasilitasi oleh Fakultas Syari’ah,” ujar Munif Ibnu salah satu calon wisudawan dan mantan aktivis LPM Justisia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here