Indonesia Jadi Kiblat Politik dan Ekonomi

0
353

large_1717342976_dsc_0033

SEMARANG – Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal mempunyai pandangan tersendiri soal masa depan Islam di Indonesia. Baginya, Indonesia sudah bisa menjadi kiblat politik dan ekonomi yang bisa dianut oleh negera-negara Islam lain. “Kita mempunyai penduduk Muslim yang luar biasa. 40 juta penduduk Indonesia diantaranya sudah maju dalam kesadaran sejarah.

Ini berarti posisi Indonesia dalam Islam banyak bergeser dari segi gravitasi,” katanya saat didaulat menjadi pemateri tunggal dengan tema “Islam Indonesia dan Kebijakan Amerika Serikat” di auditorium kampus 1 IAIN Walisongo Semarang, Jum’at (11/10). Nama “Gravitasi” adalah nama yang dipopulerkan dalam acara dialog ini. Perpindahan gravitasi, katanya, terutama terkait dengan gejolak politik internasional. Umat Islam di Dunia termasuk di Indonesia akan tetap mempercayai kiblat utama adalah di Mekkah (Ka’bah).

Dinno kemudian meyakinkan bahwa dalam hal religiusitas Arab Saudi dengan Makkahnya sampai kapanpun akan jadi tempat kiblat religuis. Namun, dalam soal lain terutama dalam hal politik dan ekonomi, Arab Saudi sebagai Negara Islam sudah tidak dilihat lagi “Kiblat umat Islam memang ke Mekkah. Tapi gravitasi politik, ekonomi, tidak lagi ke Arab, sudah pindah.

Kita sudah jadi ekonomi satu triliyun, dan terbesar di Asean. Indonesia menjadi kiblat itu sekarang,” tandasnya. Tidak lupa, Dino meyakinkan para peserta untuk berani mengambil keputusan di saat-saat yang genting. Keputusan dalam diplomasi politik luar negeri harus didasari dengan pertanggangungjawaban penuh dan nasionalisme yang tinggi. “Tiap keputusan luar negeri Indonesia mempunyai dampak langsung bagi nyawa dan hidup banyak orang.

Karena itu, harus ada tanggungjawab penuh untuk itu, jika tidak sudah habis Negara ini,” tambahnya. Dino sendiri berbicara di kalangan civitas akademika IAIN Walisongo Semarang. Acara yang dihelat Lembaga Penyuluhan dan Konsultasi Bantuan Hukum Islam (LPKBHI) Fakultas Syariah IAIN Walisongo bekerjasama dengan Kedutaan Amerika di Indonesia.

cartoon porn