Bekal Magang Dibutuhkan Profesinalitas dan Percaya Diri

0
383

(Kampus, Syari’ahwalisongo.co.id) – “Sebabagai mahasiswa perbankkan syari’ah paling tidak punya 3 kompetensi. Pertama kompetensi personal, kedua kompetensi profesional dan terakhir kompetensi sosial. Kompetensi personal artinya masing-masing orang punya kompetensi masing. Keahlian dalam bidang masing-masing. Sedangkan kompetensi profesional artinya sebagai mahasiswa D3 Perbangkan Syari’ah harus mahir dalam bidang keilmuan perbankkan Syari’ah. Yang terakhir kompetensi sosial yang artinya sebagai mahasiswa perbankkan syari’ah harus mempunyai kecerdasan sosial, peka akan situasi sosial yang ada,” saran Dr. H. Imam Yayhya, M.Ag selaku Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang dalam sambutanya pada acara pembekalan Praktek Kerja Lapangan (PPL) atau yang lebih dikenal dengan magang.

Program magang kali ini terkhusus untuk mahasiswa angkatan 2010 atau tahun akademik 2012/2013. “Pembekalan kali ini diperuntukan kepada mahasiswa angkatan 2010 atau tahun akademik tahun. 2012/2012. Dimana angkatan magang ke 8,” terang H. Abdul Wahab, M.Ag selaku ketua Jurusan Program D3 perbankan syari’ah. Sebelum berangkat magang ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa terutama dari kesiapan diri. Mahasiswa yang biasanya terdiap, atau lebih suka diam, nampaknya sekarang harus mulai dirubah. Karena dalam dunia kerja membutuhkan orang yang komunikatif dan pro aktif. Untuk membangun kepercayaan dari pihak yang ditempati magang, terlebih dahulu mahasiswa harus berpenampilan meyakinkan dan percaya diri. Sehingga nampak sudah menguasai materi mengenai perbankan syari’ah.
“Sebagai mahasiswa perbankan syari’ah harus punya kepercayaan diri yang penuh. Bahwa saya bisa dan pahan dalam masalah perbankan syari’ah. Selain percaya diri, untuk persiapan magang mahasiswa harus pro aktif. Artinya bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada,” papar Drs. Ahmad Mujahid, salah satu narasumber yang juga menjabat sebagai BPRS-PNM Binama.
Selain masalah pembekalan diri, mahasiswa juga harus memahami kerja di instansi yang ditempati magang. Dalam hal ini juga harus memahami kinerja di Baitul Mall wa Tanwil (BMT). “Ada 17 tempat magang untuk angkatan kali ini. ementara tempat kerja BMT yang ditempati magang adalah BPRS Asad Alif yang beralamtkan di Sukorejo, BNI Syari’ah KCP Semarang bertempat di Jl. Ahwad Yani Semarang. BPRS Artha Surya Barokah (Depan Rumah Sakit Roemani).
BPR Artha Amanah bertempat di Ungaran, BPRS PNM Binama bertempat di Tlogosari. BPRS Suriah bertempat di Jl. Pandanaran Semarang, Bank Mega Syari’ah bertempat di Ruko Citraland, Semarang.
BPRS Ben Salamah bertempat di Jl. Ahmad Yani, Purwodadi dan BTN Syari’ah bertmpat di Jalan MT Haryono, Semarang. BMT Bismilah di Pekalongan, BMT Marhamah di Wonosobo, BMT al-Hikmah di Ungaran, BMT HUdatama di Sampangan Semarang, BMT Tamziz di Wonosobo, BMT Bahtera di Pekalongan, BMT Walisongo di Mijen dan BMT Binama di Telogosari,” papar Drs. Abdul Wahab, M.Ag di sela-sela acara berlangsung.
Sementara Johan Arifin, M.Ag, mengamanatkan kepada mahasiswa agar tetap “menjaga almamater dengan sikap dan prilaku selama magang. Sikap itu salah satunya ditunjukan dengan cara berpakaian yang sopan. Teknis pelaksanaannya memang ada yang berbeda. Karena pada waktu sekarang mahasiswanya tergolong banyak, maka teknis pemberangkatanya dibagi dua. Yang pertama untuk bagian mahasiswa yang magang di Bank dan yang kedua pemberangkatan di BPR dan BMT,” ujar Sekretaris Jurusan D3 Perbangkan dan sekaligus narasumber dalam pembekalan. (C3-P)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here